Sunday, 27 February 2011

SIFAT-SIFAT PENDIDIK YANG SUKSES


Allah amat pengatur yang sempurna. Marilah kita sempurnakan pula sifat pendidik sukses yang diatur oleh Allah.

Lemah - lembut dan Menghindari Kekerasan

Rasulullah berkata , " Allah itu Amat Lembut , cinta kelemah-lembutan. " Diberikan kepada kelembutan apa yang tidak diberikan kepada kekerasan dan kepada selainnya. "
Hadith riwayat Muslim dari ' Aisyah.

Mari kita bayangkan , bagaimana kita dijerkah , dijegel dan ditunding-tunding untuk membetulkan kesilapan kita? Apakah dengan jerkahan itu mampu melembutkan hati menerima tegurannya untuk berubah?

Rasulullah s.a.w telah berkata : " Tidaklah kelemah-lembutan itu terdapat pada sesuatu melainkan akan membuatnya indah dan ketiadaanya dari sesuatu akan menyebabkannya menjadi buruk. " Hadith riwayat Muslim

Sifat ini juga telah ditunjukkan oleh para salafus soleh dalam bermuamalah.
Mari kita renungkan kejadian yang pernah dialami oleh hamba Imam Zainal 'Abidin ( cicit Saiyidina Ali ).

Pada suatu hari hamba tersebut menuangkan air minum ke dalam gelas Imam Zainal 'Abidin dengan menggunakan poci ( jag ) yang diperbuat dari porselin. Tiba-tiba poci itu jatuh dan mengenai kaki Imam lalu berdarah.

Buru-buru hamba itu berkata : " Wahai Tuan , Allah berkata : Dan mereka itu adalah orang-orang yang bisa menahan kemarahan."

Mendengar itu , Imam Zainal berkata : " Ya , saya tahan kemarahan saya. "

" Dan juga pemaaf kepada manusia . " Kata hamba itu membaca lanjutan kalam Allah tadi.
" Ya , saya pun memaafkan kamu. " Kata Imam Zainal ' Abidin.

" Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan . " Lanjut budak itu menyempurnakan kalam Allah tersebut.

" Sudah , kamu saya merdekakan kerana Allah. " Kata Imam Zainal ' Abidin.

Berupaya menahan marah , memaafkan juga tahu bahawa Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan maka insya Allah tersemailah sifat Lemah-lembut dan Menghindari Kekerasan.

Kalau direnungi kisah di atas , memang sifat marah adalah fitrah dan antara nafsu utama kebinasaan kita tapi dengan cahaya didikan , sifat marah boleh ditundukkan. Begitu jugalah , tidak akan jadi pemandu kepada kemuliaan akhlak melainkan hanya dengan ketaatan pada amanah ilmu. Bila kita belajar maka beramallah dengan apa yang kita ajar.

Allahu'alam

Saturday, 26 February 2011

SIFAT-SIFAT PENDIDIK YANG SUKSES


Allahu rabbi , ya rabbal 'alamin... Selawat dan salam untuk Muhammad rasul dan ikutan kami...

Pena mayaku tertangguh kesekian masa tidak bermakna aku tidak menjengah lagi blog ini.
Kepada semua yang berkunjung ke sini , marilah sama-sama kita menggisyitarkan dan beriltizam untuk berakhlak dengan " Kesempurnaan dan kemuliaan " akhlak rasullullah. Lantaran inilah Allah mengutuskan rasulNya Muhammad s.a.w.

Penyabar dan Tidak Pemarah adalah antara pakej seorang pendidik yang perlu dijaya dan disuburkan dalam jiwanya. Ini adalah kerana , menurut rasullullah s.a.w adalah yang dicintai oleh Allh swt.

Ingin aku kongsikan pembacaanku dari sebuah buku " Cara rasullullah mendidik anak ", yang menbawakan satu teladan akhlak yang begitu mengkagumkan tentang sifat Penyabar dan tidak Pemarah ini . Abdullah ibnu Thahir menceritakan.....

Pada suatu hari , ketika saya bersama Al Makmum ( seorang khalifah bani Abbasiyah ),

lalu dia memanggil pelayannya , " Ghulam ! " tidak dijawab , " Ghulam " kedua kalinya pun

tidak dijawab , lalu dipanggil yang ketiga kalinya barulah seorang pelayan lelaki muda

keluar sambil berkata , " Apakah seorang pelayan tidak berhak makan dan minum?

Bukankah saya baru saja melayani anda , kenapa dipanggil-panggil lagi? "


Mendengarkan bicara pelayannya itu Al Makmum lama tertunduk. Saya curiga jangan-jangan Al Makmum akan menyuruh saya untuk memenggal leher pelayan itu.

Kemudian Al Makmum mengangkat kepalanya dan memandang saya ,

" Wahai Abdullah , ujarnya ' Jika ada majikan yang baik , justru pelayannya yang buruk

tapi saya tidak mau berperilaku buruk untuk memperbaiki perilaku pembantu saya."


Demikianlah Penyabar dan tidak Pemarahnya seorang khalifah yang mencontohi kemuliaan akhlak rasul. Bagaimana pula dengan kita. Didik dan mendidik adalah dua hal yang tidak terpisah biarpun siapa kita. Sifat Penyabar dan tidak Pemarah ini hendaklah menjadi kriteria dalam pakej seorang pendidik supaya anak-anak bisa digelombangi dengan aura ' tenang ' seorang murabbi.

Sesungguhnya bila kita memakai akhlak " pemaaf dan tidak pemarah " maka terselamatlah kita dari menjahati diri sendiri juga membalas keburukan dengan keburukan.

Allahu'alam.

Sunday, 8 August 2010

Cara Apa Kita Titiskan Ilmu....

Dengan nama Allah Al Jalil , Pemilik segala kebesaran.

Terasa diri ini cukup kerdil bila menelusuri ilmuNya. Lagi kugali maka lagilah aku cemas kerana kejahilan tentang kebesaranNya. Asma' Nya cukup menakjubkan aku.
Dengan umurku dan ilmuku ini , terasa cukup dangkal dek kerapuhan iman.

Lantaran inilah , membuatkan aku terpinggir dari 'kejemuan'
dalam usaha-usaha menyingkap tabir makrifahtullah.
Tetap kugenggam nekad mendidik permata-permata hatiku di tadika dengan 'kefitrahanannya '.

" Begitu lahirnya, seorang bayi mulai menggali lingkungan dan orang-orang terdekatnya. Jiwa mereka yang masih lembut itu akan sangat mudah dan dicorakkan oleh lingkungan pertamanya. ." petikan dari buku " Cara Nabi MENDIDIK ANAK "

Anak-anak ini akan menerima apa saja yang kita titiskan dari ilmu yang ada. Titisan-titisan ilmu itu ibarat titisnya air di atas batu. Lama-lama berbekas jua.

Wahai para pendidik , jika titisanmu adalah titisan ' fitrah ' maka kalian membenarkan terainya fitrah anak-anak didik kalian. Akan tetapi andainya titisan kalian adalah ' acuan' kalian sendiri maka ' fitrah ' itu teraniaya. Ramai yang mendidik anak-anak tadikanya hanya ikut sangka-sangkaannya sahaja. Maka tidak kepelekanlah makin banyak institusi Pendidikan Awal tumbuh bak cendawan maka makin berkulat jualah akhlak dan aqidah anak-anak.

Marilah kita lalui denai-denai ini dengan tapak-tapak kesedaran tentang kaedah mendidik anak-anak dengan naluri mereka bukan dengan kaca mata kita yang telah dikulatkan dengan pelbagai hidangan yang menghambat ketangkasan minda semata.

Allahu'alam.

Saturday, 15 May 2010

Wednesday, 27 January 2010

MERAIKAN FITRAH ANAK-ANAK

"iiiyekkk ! Pe Anas main pasir ni ? bangun , bangun ! cepat basuh tangan tu , kotor! Nanti cacing la..iee kuman-kuman , dah..dah.... "

" Cik gu , anak saya ni , saya tak benarkan bermain pasir ye. Takut nanti kena kudis-kudis dan gatal-gatal.."


Ada anak-anak yang diberi persepsi yang tidak tepat seperti dialog di atas, memang tak mahu bermain dengan pasir apabila dibawa ke ruang bermain pasir. Bersih atau kotor adalah bergantung pada pengurusan kita.

Ruang bermain pasir hendaklah dijaga kebersihannya iaitu bebas dari najis dan kotoran-kotoran lain. Pengudaraan yang mencukupi supaya air boleh tersejat apabila pasir basah selepas bermain. Kebiasaannya pasir pantai digunakan kerana halus dan bersih serta mudah diadunkan dengan air. Tadika Elitsuria sanggup ke pantai Melawi memunggah pasir demi
meraikan fitrah anak-anak didik kami. Insya Allah sabtu ini , kami akan ke sana lagi.


Anak-anak hendaklah dimaklumkan dengan peraturan bermain pasir. Kuku hendaklah dipotong pendek. Memakai selipar. Menggunakan peralatan bermain pasir yang disediakan. Pasir tidak boleh dibaling ke arah kawan. " Pasir bukan makanan. Jadi tak bolehlah dimasukkan ke dalam mulut ." Begitulah anak-anak dididik. "


Ruang yang sesuai dengan jumlah anak supaya anak-anak selesa bermain. Selepas bermain , kibas semua pasir yang terlekat pada pakaian dan badan. Basuh dan sabun tangan sebersihnya. Ingat lap tangan kering-kering dik.





Bukan senang untuk mendapat sukatan air supaya pasir teradun dengan baik. Anak-anak belajar mengadun. Mengadun bermakna belajar mencipta fomurla sendiri . Boleh jadi pereka ciptalah nanti. Kreatif dan inovatif. Psikomotor dan koordinasi mata tangan juga akan teransang dan matang. " Main pasir dulu , baru belajar pegang pensel yek dik.."


Emosi
anak-anak paling diraikan...ye meneroka ciptaan Allah dan bebas berusaha menghasilkan apa yang diingini. Try and error suatu yang lumrah bagi anak-anak. Di sinilah ilmu dan pengalaman disatukan.


" Cik gu ,cik gu ! tengok...dah jadi ketam Alia. " Masya Allah ,...kreatif Alia. " Alia tersengih bangga. Satu kepuasan yang tidak terhingga bagi anak-anak apabila berjaya dan dihargai hasil kerjanya. Inilah sokongan emosi. Dengan sokongan emosi anak mampu berkembang dengan baik malah sokongan ini lebih menyerlah daripada sokongan material.

Allahu'alam.

Thursday, 24 December 2009

AMANAH YANG DILAKSANAKAN...


Membangunkan sebuah pusat mendidik insan kecil yang lahirnya fitrah, bukanlah suatu yang mudah seperti yang disangkakan oleh ramai.

Kalau bukan kerana amanah Allah , sudah pasti perjuangan ini luput dari medannya. Tentu juga telah lama kulepaskan dari genggamanku tatkala jerih perik menongkak mehnah demi mehnah semenjak benih perjuangan disemai.



Pesanan rasulullah yang sering bermain dibenakku..


" Setiap anak yang baru dilahirkan itu, lahir dengan membawa fitrah . Orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi , Majusi atau Nasrani. Sebagaimana seekor binatang ternak yang melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna ( Tanpa Cacat ) , apakah lantas kamu lihat cacat pada telinganya?"
Direkodkan oleh Abu Hurairah.

Pesanan ini cukup untuk menggetarkan jiwaku agar anak-anak yang bersih ini kupertahankan kefitrahannya. Jiwa insan kecil ini sememangnya mengEsakan Allah. Lahirnya telahpun memiliki aqidah tauhid tetapi lantas kecuaian ibubapalah yang menukarkan segala fitrah itu.

Aku akan tetap didaerah ini , menyirami benih-benih ini agar ianya berkembang subur dan mengharumi dunia dan akhiratnya manis di syurga.

Ibnu Qayyum rahimahullah berkata :

Barang siapa yang mengabaikan pendidikan anaknya dan membiarkannya begitu saja, bererti dia telah melakukan keburukan yang teramat keji. Timbulnya kerosakan dalam jiwa anak sering diakibatkan oleh orangtua mereka sendiri.

Pengajaran kepada mereka tentang kewajiban dan sunah-sunah agama ditinggalkan. Sewaktu kecil mereka telah disia-siakan, wajar ketika dewasa mereka menjadi orang yang tidak berguna baik untuk dirinya ataupun untuk orangtua mereka.


Akhirnya ada sebahagian anak yang mencaci orangtuanya sendiri,

" Wahai ayah, sewaktu masih kecil engkau telah mendurhakaiku maka kini aku pun mendurhakaimu. Sejak dilahirkan aku telah engkau sia-siakan , kini aku pun menyia-nyiamu di usia tuamu. "

Na'uzubillah ini terjadi pada kita. Mendidik anak perlu pada ilmu yang sahih. Perlu mencari dan membuat persiapan. Perlu pada perancangan . Mendidik bukan secara kebetulan.

Bentuk kedurhakaan orangtua terhadap anaknya, menurut Khalifah Umar bin Al Khattab r.a adalah apabila orangtuanya tidak menunaikan hak-hak anaknya.

Sesuai pendapat Umar bin Al Khattab dengan kata-kata Rasullullah saw , " Ada tiga hak anak yang harus ditunaikan oleh orangtuanya 1. Dipilihkan ibu yang salihah 2. Diberi nama yang baik 3. Diajarkan kepadanya Al Quran. "

Sunday, 13 December 2009

LITTLE CREATIVE GROUP

Little Creative

Adalah Pakej yang disusun untuk anak-anak yang berumur 2 - 3 tahun.

Tema : Buah-buahan

nyum..nyum mmmm.....sedap dik? Adik belajar buat sate buah yek.

Perkembangan bahasa
Adik belajar - buah betik dan buah jambu batu.

Perkembangan Fizikal - Adik berlatih untuk mendapatkan kemahiran psikomotor halus. Lepas ni pandailah adik menggunakan jari jemari ciptaan Allah. Boleh pegang pinggan , pegang pensil. Ya..nak menulis nanti. Inilah pra tulisan.

Perkembangan kognitif - mula-mula cucukkan betik , lepas tu...jambu batu , lagi? Betik pula.
Lagi dik? jambu pulak...ha..nilah asas matematik dik. Konsep urutan. belajar konsep urutan dulu sebelum menghitung satu , dua , tiga.....

Perkembangan sosio emosi - wah! adik terhibur dengan usaha membuat sate buah yek? Bersabar lagi nak cucuk buah-buah jadi sate. Bila dah 'menjadi'...yeee...alhamdulillah. Adik dah pandai!!!!.. Adik juga belajar bersabar tunggu giliran dilayan dan dibimbing secara individu.

Tema : Pakaian

Perkembangan Fizikal
Cepatlah cikgu! Adik nak pakai kasut tu!
Laa...sabarlah dik...mari kita jahit kasut ni dulu....
Ikut cikgu ....masuk benang , keluar benang...lagi, lagi...masuk benang , keluar benang.
Haa...adik cuba pula.....
Adik belajar mengkoordinasikan mata dan tangan.

Perkembangan Bahasa
Sekarang kita sedang jahit kasut. Eh! Eh! macam kasut askar je? Ha..ah , ini kasut askar!
Kalau musim banjir pun , orang pakai kasut macam ni juga dik atau penjual ikan di pasar pun pakai kasut macam ini tapi diperbuat dari getah.
Cikgu berbual dengan anak-anak tentang jenis-jenis kasut , penggunaannya.
Terisilah minda anak-anak dengan pengetahuan.



Sesi bercerita


Aktiviti bercerita adalah antara cara meransang perkembangan bahasa anak-anak. Ini adalah kaedah bercerita menggunakan buku. Haa....besar buku cikgu! Bercerita dengan anak-anak memerlukan bahasa yang sesuai dengan tahap perkembangan bahasa mereka. Ringkas , berulang dan disulami dengan lagu-lagu.




Sekian dulu...